Empat Hari Antri, Kernet Fuso Meninggal di Lokasi Banjir Jalan Lintas Timur Pelalawan

PELALAWAN,fokusinvestigasi.com – Setelah dua bocah SD meninggal terseret arus banjir di Simpang Kualo Pangkalan Kerinci, kabar duka datang dari antrian panjang banjir di KM 83 Jalan Lintas Timur Sumatera, Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Sopir dua atau kernet truk Fuso, Harianto (43) diketahui sudah tidak bernyawa lagi saat petugas medis memeriksa kondisinya. Pria asal Dusun II RT 002 RW 002 Kelurahan Air Genting Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara dipastikan sudah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 19.00 WIB Jumat (2/2/2024) malam. “Sekitar jam 19.00 WIB baru diketahui bang,”kata Jon, warga Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras dan juga seorang relawan yang ikut membantu aktivitas kelancaran lalu lintas di lokasi banjir di jalur padat, Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut.

Menurut Jon, berdasarkan info yang didapat dari supir 1 mereka kehabisan uang karena sudah empat hari antri di lokasi banjir.

“Informasinya, orang itu kehabisan duit jalan bang dan tak makan 3 hari. Pas pulak kernet atau sopir 2 ini kono asam lambung bang, itu keterangan supir 1 nyo bang,” ungkap Jon menyetir pengakuan sopir rekan korban.

Menurut Jon, malam itu juga dengan menggunakan ambulan sungai milik Rumah Relawan Dhuafa (RRD) yakni satu unit boat laju, jenazah kernet malang ini dibawa melintas lokasi banjir menuju Pangkalan Kerinci.

“Malam tadi jugo dibawa ke kampung halamannya bang Simpang Kawat, sebelum Kisaran Medan. Dari lokasi pakai speedboat dan ke kampungnya pakai ambulan,”beber pria yang aktif hampir tiap hari membuat laporan kondisi banjir dan antrian panjang di desanya tersebut.

Awalnya diketahui, jenazah pria malang ini sempat diinapkan di Posko Banjir di Desa Kemang. Pria yang diketahui mengidap asam lambung sebelum meninggal sempat makan buah duku. Padahal dalam keadaan pertit dan ada riwayat penyakit asam lambung.

Ketika fuso yang ditumpangi keduanya lewat posko, supir mendatangi petugas kesehatan yang ada di posko, lalu dilakukan pemeriksaan di kendaraan bongsor tersebut dengan membawa tempat tidur.

Ternyata sudah meninggal di dalam kendaraan. Menurut keterangan supir, stokar tersebut memang mengidap sakit lambung ditambah makan duku sebelum makan nasi.

Ini adalah keterangan dari petugas medis yang disampaikan melalui sejumlah WAG di Kabupaten Pelalawan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *